Deskripsi Jenis Jendela dan Pintu



Rumah adalah salah satu hal yang paling dibutuhkan manusia selain sandang dan pangan. Ada berbagai macam jenis rumah, mulai dari rumah tinggal, rumah ibadah, rumah adat, dan sebagainya. 
Dalam pembuatan sebuah rumah pasti membutuhkan proses yang panjang. Dari proses pengecoran / pembetonan, pemasangan keramik, sampai pemasangan pintu dan jendela. 
Nah, kali ini #sekedartahu akan membahas bersama-sama tentang jenis-jenis pintu dan jendela. Berikut uraiannya...

Pengertian Pintu dan Jendela
Pintu dan jendela merupakan konstruksi yang dapat bergerak, bergeraknya pintu atau jendela dipengaruhi oleh peletakan / penempatan, efisiensi ruang dan fungsinya. Dalam merencanakan pintu dan jendela, Ada 4 hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :
1. Matahari
2. Penerangan
3. Pemandangan
4. Penampilan

Fungsi / Kegunaan Pintu
  • Untuk jalan keluar masuknya orang atau barang dari kamar yang satu ke kamar yang lain disebut sebagai pintu dalam, dan keluar masuknya orang atau barang dari ruang dalam ke ruang luar disebut sebagai pintu luar. 
  • Pintu luar juga berfungsi membantu sirkulasi udara dan penerangan alam kedalam ruang.
Fungsi / Kegunaan Jendela
  • Untuk memasukkan cahaya matahari kedalam ruangan dan membantu sirkulasi udara dalam ruang, sehingga ruangan menjadi nyaman. Dari fungsi tersebut jendela perlu ditempatkan pada dinding yang berhubungan dengan ruang luar.
  • Pada jendela dengan kaca besar berfungsi untuk mewujudkan adanya hubungan antara interior dan eksterior.

Syarat Pintu dan Jendela
  1. Bekerja dengan aman
  2. Tahan cuaca, untuk mendapatkan ketahanan terhadap cuaca maka harus dipilih dari bahan yang baik, tidak mudah lapuk, tidak mudah mengalami kembang / susut (muai, melengkung)
  3. Tidak ada celah atau cahaya yang tidak dikehendaki masuk, cuaca (suhu, udara) masuk ke dalam ruangan.
  4. Kuat
  5. Minimal ada 1 (satu) buah jendela dalam sebuah ruangan.
Cara Penentuan Ukuran
Dalam menentukan ukuran, menggunakan dasar pendekatan antara lain, fungsi dan aktivitas ruang, kapasitas ruang, kebutuhan manusia akan oksigen dan sebagainya.
Luas lubang penerangan / cahaya: luas pintu dan jendela tidak masuk dalam perhitungan
1. Kamar tidur = 1/6 × luas lantai ruang
2. Kamar duduk = 1/7 – 1/6 × luas lantai ruang.
3. Sekolah dan kantor = 1/6 – 1/5 × luas lantai ruang.
4. Rumah sakit = 1/6 - 1/5 × luas lantai ruang.
5. Bengkel = 1/6 - 1/3 × luas lantai ruang.
6. Gudang = 1/10 × luas lantai ruang.

Macam-macam Jenis Pintu
· Pintu Swing
Jenis pintu yang paling umum dan selalu digunakan di bangunan manapun adalah pintu swing atau pintu kupu-kupu, yaitu pintu biasa yang dapat membuka dan menutup dengan cara didorong ke depan atau ditarik kebelakang dengan putaran satu arah maupun dua arah. 
· Pintu Geser (Sliding Door)
Pintu model ini sering disebut juga dengan sliding door. Cara membukanya dengan menggeser pintu ke samping kanan atau kiri. Pintu geser ini biasanya digunakan pada ruang yang sempit karena tidak memerlukan ruang unntuk mengayunkan pintu seperti pintu swing. Pintu geser juga mulai banyak digunakan pada lemari pakaian. karena memberikan kesan rapi. Namun, kekurangan pinyu ini adalah pemasangannya lebih sulit dan memerlukan struktur bantalan yang kuat untuk menggantung, dan dapat merepotkan bila roda keluar dari rel pengaman.
· Pintu Lipat (Folding Door)
Pintu ini sering disebut juga dengan folding door. Cara membukanya pun tidak berbeda dengan pintu geser, yaitu dengan digeser kesamping dan menggunakan bantalan rel, namun bedanya pintunya dilipat. Jenis pintu ini biasanya sering digunakan pada ruang keluarga yang menghadap ke taman belakang atau pada pintu garasi.
· Pintu Putar Otomatis (Revolving Door)
Putar otomatis atau revolving door digunakan pada mall, hotel, dan gedung perkantoran. Pintu ini akan berputar secara otomatis saat terdapat gerakan orang yang hendak memasuki ruangan.
· Pintu Rel
pintu yang lebih tua ini dibuat dari serpihan kayu atau kompresan kayu. Sebutannya tergantung pada komponen-komponennya. Untuk komponen vertikal disebut stiles dan komponen horizontal disebut rel.

Jenis Pintu Berdasarkan Bahan Pembuatan
· Pintu Alumunium
Pintu jenis ini biasanya dilapisi dengan warna kesukaan anda. Bisa cocok dikebanyakan desain interior kontenporer. Pintu aluminium secara umum dibuat dari bahan kaca yang dibingkai aluminium.
Keunggulannya: Tidak memerlukan perbaikan atau perawatan cat ulang.
Kekurangan: Tidak bisa dilapisi lagi.
· Pintu Kayu
Kebanyakan pintu kayu dibuat bukan dari bahan kayu solid (padat). Beberapa pintu dibuat dengan kepadatan medium fibreboard inti. Ada juga yang dibuat dari bahan polyboard. Pilihan paling ringan adalah pintu yang menggunakan bahan inti honeycomb yang terbuat dari karton.
Keunggulan: Cocok untuk rumah bergaya klasik, rapi dan elegan. Lebih murah gaya, dan kayu stained menciptakan suasana ruangan yang hangat.
Kekurangan: Hati-hati memilih pintu berbahan inti honeycomb yang kualitasnya buruk bisa mengurangi kekuatan dan kurang kedap suara. Butuh pemeliharaan rutin seperti sering dicat dan divernis.
· Pintu Louvre
Pintu jenis ini mempunyai irisan-irisan horizontal yang dapat dibuka untuk aliran udara apabila menginginkan privasi dan keamanan.
Keunggulan: Tetap ada aliran udara bahkan bila pintu ditutup.
Kekurangan: Lebih sulit dibersihkan dan harus memastikan pekerjaan mekaniknya halus dan dapat menghalangi pemandangan.
· Pintu Flush
Ini adalah pintu paling sederhana dari pintu-pintu yang ada. Ini karena permukaan pintu rata seluruhnya. Pintu flush biasanya digunakan untuk bagian dalam rumah dan dibuat dari fiberglass atau kayu.
Keunggulan : Harga lebih murah dan sesuai dengan berbagai keuangan.
Kerugian : Permukaan dapat tidak tembus cahaya.dan tanpa dekor, tidak cocok untuk pintu utama.

Jenis Utama Bekerjanya Jendela
Jendela gantung ganda, mempunyai daun-daun jendela yang didorong secara vertikal. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada alur depan rangka atau pada alat atau rel. Bagian jendela dapat dibuka ± 50%.
Jendela sayap, mempunyai daun-daun jendela yang digantung pada ambang atas, bawah, atau pada tiang. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada engsel depan atau belakang. Bagian jendela dapat dibuka penuh.Jenis Jendela Berdasarkan Cara Membukanya
1. Jendela yang dipasang mati dalam kusen
2. Jendela dengan daun jendela yang dibuka kedalam atau keluar
3. Jendela dengan daun pintu yang dibuka dengan digeser ke atas atau kebawah
4. Jendela dengan kaca-kaca krepyak (terpisah kecil-kecil)
5. Jendela dengan daun yang dibuka dengan diputar dalam sumbu horizontal
6. Jendela dengan daun seperti dibawah ini biasanya dibuka kedalam agar tidak tampias hujan

Macam-macam Kusen Pintu dan Jendela
1. Kusen pintu tunggal : untuk satu daun pintu
2. Kusen pintu tunggal dengan ventilasi : menggunakan ventilasi atas
3. Kusen pintu dobel : untuk dua daun pintu
4. Kusen pintu gendong : Kusen pintu yang menyatu dengan kusen jendela.
5. Kusen pintu lipat : kusen untuk pintu garasi.
6. Kusen jendela : untuk satu daun jendela
7. Kusen jendela dobel : untuk dua daun jendela
8. Kusen jendela dengan ventilasi : dengan ventilasi pada bagian atas.





dan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Deskripsi Jenis Jendela dan Pintu"

Posting Komentar